LTT Capai 84,47%! Mari Katong Genjot Swasembada Pangan di Maluku
Rapat strategis percepatan swasembada pangan digelar di AOR BRMP Maluku pada Jumat, 27 Maret 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt. Kepala BRMP Maluku, Gunawan, dan dihadiri oleh para penyuluh pertanian dari BPPSDMP serta penanggung jawab wilayah dari BRMP Maluku. Rapat ini menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah demi mempercepat terwujudnya swasembada pangan di wilayah Provinsi Maluku.
Dalam pemaparannya, Gunawan mengungkapkan bahwa capaian Luas Tambah Tanam (LTT) di Maluku telah mencapai 84,47% hingga 27 Maret 2026. Angka ini dinilai cukup signifikan, namun upaya maksimal tetap akan terus dilakukan untuk mencapai target penuh. Ia menegaskan bahwa kerja kolaboratif dan konsistensi di lapangan menjadi kunci utama dalam mengakselerasi program strategis nasional ini.
Selain itu, perhatian juga difokuskan pada pemetaan distribusi penyuluh pertanian di seluruh wilayah Maluku. Gunawan menilai peran penyuluh sangat krusial sebagai ujung tombak keberhasilan swasembada pangan. Mereka tidak hanya bertugas memberikan pendampingan teknis, tetapi juga menjadi motivator dan fasilitator bagi petani agar mampu mengelola usaha tani secara optimal hingga mencapai hasil yang maksimal.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Jacob Mathias Ayal terkait mekanisme Calon Petani Calon Lahan (CPCL). Ia menjelaskan pentingnya kelengkapan data CPCL, khususnya untuk komoditas padi dan sistem irigasi di masing-masing kabupaten. Diharapkan, dengan kesiapan administrasi yang baik, pengajuan CPCL dapat segera direalisasikan sehingga bantuan dari pemerintah dapat tepat sasaran.
Pembahasan ditutup dengan penekanan pada pentingnya koordinasi antara penyuluh pertanian dan BRMP Maluku. Sinergi ini diharapkan mampu memastikan bahwa informasi dan kebijakan dari Kementerian Pertanian dapat tersampaikan dengan efektif hingga ke tingkat petani. Dengan komunikasi yang solid, program swasembada pangan diyakini dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan petani di Maluku.